Haters Gonna Hate
![]() |
| Pic from Pinterest |
Sambil membaca tulisan ini, ada baiknya gais kita sambil angguk-angguk dan komat-kamit nyanyiin lagunya mba Taytay: cause the players gonna play, play, play and haters gonna hate, hate, hate. SHAKE IT OFF.
Ngomongin haters, jelas ya mereka ini jahat, lebih jahat dari Rangga yang nggak pernah ngasih kabar dan tiba-tiba mutusin Cinta gitu aja. Entahlah, tidak tahu kenapa, memperhatikan haters ini menarik buat saya. Soalnya dibanyak kasus, haters fanatik lebih tahu spesifik tentang target yang dia benci. Beda banget sama orang yang judging, walaupun dua-duanya nggak bagus sih. Kebanyakan yang saya lihat, kadang haters ini membenci seseorang for no reason dan ngajak-ngajak biar ada squad.
Saya pernah nonton sebuah video mukbang atau eating show di intagram, mba ini kayaknya newbie di youtube, jadi masih masa promoting bangetlah biar video youtube-nya ada yang nonton. Nah, saat bacain komentar di video-nya saya kaget banget. Mulut manusia ternyata bisa sejahat itu. Saya ikut sedih dan sakit hati bacain komenannya, padahal tujuannya bukan ke saya. Kenapa sih nggak di skip aja, kalau emang nggak suka. Hobi banget nyakitin hati orang.
Dan lucunya, kadang yang mengaku sebagai haters malah mencari tahu informasi tentang orang yang dibencinya sama banyaknya dengan fans. Contohnya teman saya yang mengaku benci sekali dengan Lucinta Luna, tahu kan seberapa viralnya mba ini beberapa waktu belakangan.
Saking bencinya setiap pagi dia selalu teriak kepada saya “Kaaak tahu nggak Lunlun dia begini lho, dia begitu lho” sampai akhirnya saya juga ikutan update beritanya mba Lunlun dari dia. Hingga saya jadi muak sendiri denger gossip dia tiap hari dan protes “Katanya lu nggak suka, trus ngapain tiap buka Instagram nyariin berita tentang dia terus?” yang hanya dibalasin dengan cengiran.
Beberapa hari kemudian , dia tidak lagi membahas isu terbaru tentang mba di atas ketika saya tanya kenapa nggak ngasih info terupdate lagi, dia jawab sambil tiduran di kasur “Nggak ah, gue capek lihat dia terus. Kalau dipikir-pikir iya juga ya, ngapain gue bacain isu tentang dia terus” see? Saya pikir kadang kita tanpa sadar melakukannya. Meski haters ini belum masuk ke ranah penyakit mental, tapi lama-lama kayaknya bisa sakit mental beneran deh.
Saya bilang begitu karena logikanya ketika kita tidak menyukai sesuatu pasti sebisa mungkin kita akan menghindarinya. Seperti saya pribadi misalnya, ketika tidak suka pada seorang public figure karena tidak se-value, lain dan sebagainya, saya akan hindari membaca isu atau pemberitaan tentang dia, ya, karena nggak suka gitu lho.
That’s why haters itu menarik bagi saya, karena menurut saya normalnya kita, jika tidak menyukai sesuatu akan cenderung menghindari dibandingin dengan mantengin gossip atau isu tentang doi.
Betewe, saya juga pernah lho dapat kata-kata nyelekit dari strangers. Bahkan, saya nggak tahu dia siapa, tinggal di mana, tapi tiba-tiba dia ngirimin saya pesan di akun sosmed saya. Meski jatuhnya dia prejudice sih, atau bisa jadi dia xenophobic atau islamphopic, saya nggak tahu, yang jelas semuanya tergolong kaum pembenci tuh.
Nggak kebayang frustasinya jadi artis yang banyak haters, di mana kita cuman diam aja tetap salah, seperti saya yang nggak ngapa-ngapain, tiba-tiba dicaci maki. Bio saya di sosmed disuruh ganti, tarok bom dan granat, karena katanya identitas muslim itu adalah bom, I am the real terrorist. Like what? Gue ngapain Bambang? Anehnya lagi kita nggak saling kenal, atau mungkin saya lupa punya temen kayak dia.
Dulu, saya sempat kesel sih, orang gue nggak ngapa-ngapain juga. Makanya ketika baca postigannya mba Pipit (heypipit.com) tentang mas-mas yang mau nyamperin dia buat ngasih wejangan karena video dance-nya, saya ngakak banget.
Well, gais kayaknya segini aja deh cerita nggak penting hari ini, semoga ada faedahnya, hahaha. Lastly, saya mau berdoa semoga hati kita semua secara perlahan dipenuhi cinta, sehingga kelak tidak ada lagi tempat untuk membenci.
Seperti yang dibilang om Nelson Mandela bahwa “Tidak ada orang yang lahir untuk membenci orang lain karena warna kulit, latar belakang, atau agamanya. Orang harus belajar untuk membenci. Dan jika mereka dapat belajar untuk membenci, maka mereka juga dapat belajar untuk mencinta, karena sejatinya cinta datang lebih alami ke hati manusia, dibandingkan benci itu sendiri”. Selamat berhari senin, happy weekday. Semoga Corona cepat berlalu dan sehat selalu gais, see ya!

8 comments
Nah kan senang baca pemikiran yang bernas seperti ini Sovia..😁
ReplyDeleteHahahaha maafkan pak Anton, emang kebanyakan isi blog ini unfaedah 😂😂
DeleteTerimaksih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar.
Hemm..sama seperti yang saya katakan pada blogger berjuluk Dreamer yang lain 🙄🙄
DeleteTahu kan siapa?
Jangan sering2 menganggap ide sepele atau unfaedah. 😁😁
Jangan mensugesti diri bahwa tulisan yang kita buat hanya receh dan tidak ada manfaatnya.
Kalau blogger tidak menghargai hasil karyanya sendiri, piye toh..😁😁
lagi pula, Bermanfaat atau tidak, itu hak pembaca..😁😁 Jangan diklaim sendiri..
Bagi saya tulisan di atas menarik karena penulisnya memperlihatkan sisi lain dari paradoks seorang haters
Makanya saya bilang bernas..bagus..
Gayanya meledak ledak tetapi pemikirannya bagus loh
Bernas = berisi..sampe saya buka kamus takut salah pakai kata..🤭🤭
Huaaaa thank you pak Anton, really 😆😆
DeleteOkay aku tidak akan meremehkan diri sendiri,hmmm merasa tertampar baca ini 😫😫
Baiklah balasan komennya aku ganti jadi: Terimakasih sudah membaca tulisan yang bagus ini paaak hahaha. Noted it. Pesannya akan selalu kuingat untuk tidak gampang underestimate dan undervalue sesuatu yang aku buat lagi. Thank you paaak 😆😆
Kadang kepikiran gini Mbak, kata benci itu awalnya dari sebuah keadaan dari 'tidak tahu dan tidak pernah mendapatkan pengalaman serupa'. Jadi kebanyakan orang yang ngehate dengan nada nyakitin itu keadaannya berbanding terbalik dengan yang dihate. Sementara kalau pernah menempatkan diri di pengalaman tersebut, nadanya lebih terlihat seperti curcol atau memberi kritikan.
ReplyDeleteIya mba kadang kita bisa benci seseorang karena tahu kenapa dia berbuat seperti itu, namun aku melihatnya haters yang bener-bener ini mencurahkan segala kemampuan untuk menghujat yang dibenci sampai bela-belain bikin akun palsu, nyari squad, hahaha. Kalau normalnya kita mungkin akan berprilaku seperti yang mba bilang diatas.
DeleteEniwei, thank you mba sudah meninggalkan jejak di sini.
ReplyDeleteMedsos itu memang tempat sambat sih hahaha...Iya semua benar, haters itu akhirnya nggak beda sama lovers sebetulnya, terobsesi tapi untuk tujuan yang beda.
Idih masa sampai harus ganti info profil, sampai segitunya ya.
Kita nggak pernah tahu mba para haters itu di dunia nyata seperti apa. Bisa jadi mereka orang-orang yang sebetulnya sangat tertekan dan terkekang, enggak ada pelampiasan atas kemarahan sehari-hari akhirnya ketika ada kesempatan ngelepasin di dunia maya jadi mengerikan. Ya mengerikan sekali kata saya.
Ingat kasus artis Korea yang sampai tertekan karena kelakuan haters.
Memperhatikan tingkah orang di medsos asiik sekaligus nyebelin hahaha. Kadang pun fans fanatik lebih serem dari haters, kayak kasus beberapa artis papan atas.
DeleteHahaha iya mbaa dia marah-marah kenapa nggak tarok bomb di bio, katanya biar orang-orang lansung ngeh kalau aku teroris hahaha.
Iyaa yang mantan personel Fx kan mba?
Raise Your Words, Not Voice. It's Rain That Grows Flowers, Not Thunder.
-- El Rumi --